Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Relokasi Pedagang Kramat Jati ke Lokbin, Pramono Gratiskan Retribusi 6 Bulan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan relokasi pedagang yang berjualan di trotoar ke lokasi kios (lokbin) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa malam, 1 September 2026. Pemprov DKI memberikan gratis sewa atau retribusi selama enam bulan untuk para pedagang yang baru dipindahkan. Pramono menyatakan penertiban dan penataan pedagang di Jakarta, khususnya di Kramat Jati, tidak mudah karena aktivitas perdagangan sudah berlangsung sejak puluhan tahun, bahkan sejak awal tahun 1970-an.

Menurut kumparan, sekitar 614 hingga 640 pedagang telah disalurkan ke lokasi baru, termasuk 331 di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 di Lokbin Kramat Jati, 45 di Lokbin Cililitan, dan 45 di pasar lain yang dikelola Pasar Jaya. Tarif normal retribusi adalah Rp 180.000 per bulan atau Rp 6.000 per hari. Pemerintah berencana melakukan perbaikan fisik seperti perbaikan saluran air, sirkulasi udara, dan pemasangan kipas angin. Pembentukan koperasi pedagang diharapkan menjadi wadah pengembangan usaha dan pasokan ikan segar ke rumah sakit milik Pemprov DKI.

Penataan ini dilatarbelakangi oleh kecelakaan fatal yang menyebabkan kematian seorang pelajar di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, pada Senin (17/8). Kecelakaan tersebut terjadi akibat kondisi jalan licin dan truk sampah yang terlibat. Pramono menekankan agar kejadian serupa tidak terulang dan mempercepat target pembuatan lokasi tambahan dari dua bulan menjadi tiga minggu. Kepala Dinas Kominfotik diminta menyosialisasikan lokasi baru kepada masyarakat agar pelanggan mengetahui tempat belanja yang telah dipindahkan.

Menurut tiap media