Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Trump Ancam Serang Iran, AS Kembangkan Kekuatan Militer di Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dugaan keterlibatan Iran dalam insiden pembajikan pesawat flydubai yang dikaitkan dengan seorang kopilot. Menurut Trump, kopilot diduga menyerang pilot sebelum penumpang berhasil menyelamatkan penerbangan. Ia menegaskan bahwa jika Iran terbukti terlibat, AS akan memberikan respons yang sangat keras. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan bahwa kopilot tersebut telah mengalami proses indoktrinasi ekstremis. Trump menekankan kemungkinan pelaksanaan serangan militer baru terhadap Iran setelah pemilu sela AS yang dijadwalkan pada 3 November, dengan tujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Laporan Wall Street Journal dan konfirmasi Pentagon menunjukkan bahwa AS akan menambahkan satu kapal induk dan hingga 10.000 personel militer ke Timur Tengah pada akhir November. Saat ini, dua kapal induk AS sudah beroperasi di wilayah tersebut: USS George H.W. Bush dan USS George Washington. Kapal induk ketiga, USS Theodore Roosevelt, juga dikerahkan bersama kelompok tempurnya dari San Diego, dengan diperkirakan tiba akhir November. USS Makin Island Amphibious Ready Group juga ditempatkan, membawa personel Korps Marinir dari 13th Marine Expeditionary Unit. Jika ketiganya berada di kawasan secara bersamaan, ini akan menjadi pertama kalinya sejak April 2026.

Sementara itu, Pentagon juga mengumumkan penarikan seluruh tentara AS dari Irak setelah 23 tahun berada di sana. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyambut langkah ini sebagai kemenangan bersejarah bagi Irak dan dunia Islam, sementara data menunjukkan 4.419 tentara AS tewas dan biaya invasi mencapai USD2,8 triliun menurut Watson Institute di Brown University. IRGC menilai angka tersebut sebagai bukti kekalahan berat AS yang justru memicu ketidakstabilan dan terorisme di Asia Barat.

Menurut tiap media