Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ribuan Pekerja Hyundai Mogok, Tuntut Kenaikan Batas Pensiun dan Perlindungan Akibat AI

Ribuan pekerja Hyundai Motor di Seoul, Korea Selatan memogok pada Jumat (21/8/2026) setelah perundingan upah tidak berhasil. Aksi ini melibatkan sekitar 3.000 orang dan mengganggu produksi 55.200 kendaraan dengan nilai Rp29,40 triliun (atau Rp29,4 triliun menurut Warta Ekonomi). Pekerja menuntut kenaikan batas usia pensiun, bonus 800% dari gaji pokok, serta jaminan perlindungan pekerjaan akibat AI dan otomatisasi.

Serikat pekerja juga memperkirakan dampak AI dan robot humanoid yang dijadwalkan Hyundai terapkan di pabrik di Georgia, Amerika Serikat, pada 2028. Teknologi ini diproyeksikan mengubah struktur tenaga kerja di lini produksi, riset, dan teknik. Hyundai sempat menyebutkan rencana penggunaan robot humanoid di Georgia pada 2028.

Aksi mogok menambah tekanan pada Hyundai yang sedang menghadapi pasar global yang ketat, termasuk persaingan dari produsen otomotif China di Eropa dan penurunan penjualan domestik di Korea Selatan. Manajemen menilai aksi ini dapat mempengaruhi pelanggan, mitra, dan operasional perusahaan. Serikat membuka peluang negosiasi kembali, tetapi siap kembali ke aksi jika tawaran tidak memadai.

Menurut tiap media