Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ritel dan Perubahan Strategi Bisnis di Indonesia dan Asia

Bisnis ritel menghadapi tekanan margin tipis, sehingga Happy Harvest Supermarket mengubah strategi dari diskon harga murni menjadi pengalaman belanja dan produk lokal. Grup induk Choice Sparks melihat potensi pertumbuhan meski industri sulit, dengan target menggandakan jumlah gerai dari 10 unit menjadi lebih dari 20 dalam dua tahun ke depan dengan anggaran Rp150-200 miliar per tahun. Selain itu, grup ini memperluas portofolio dengan membuka Lintas Bookstore di Kelapa Gading pada kuartal IV 2026. Keputusan ini didasarkan pada sentimentalisme manajemen terhadap budaya membaca serta niat untuk meningkatkan skor PISA Indonesia melalui konsep toko buku gaya hidup internasional yang menyediakan koleksi dalam tiga bahasa.

MR DIY, jaringan peritel kebutuhan rumah tangga asal Malaysia, berhasil mengubah toko perkakas kecil di Kuala Lumpur menjadi bisnis ritel bernilai lebih dari US$ 5 miliar (sekitar Rp 80 triliun). Didirikan pada 2005 oleh dua bersaudara, Tan Yu Yeh dan Tan Yu Wei, perusahaan ini tumbuh pesat berkat kombinasi efisiensi rantai pasok, akuisisi langsung dari pabrikan, dan slogan 'Always Low Prices'. MR DIY kini tersebar di ribuan gerai di Asia Tenggara, Eropa, dan Timur Tengah, dengan strategi ekspansi agresif berbasis data dan model toko yang terstandardisasi.

Kedua perusahaan menunjukkan pendekatan berbeda dalam menghadapi kompetisi ritel. Choice Sparks fokus pada pengembangan pengalaman belanja dan diversifikasi produk, sementara MR DIY mengandalkan efisiensi biaya dan skala ekspansi yang cepat. Pilihan ini mencerminkan perbedaan kondisi pasar dan model bisnis yang dihadapi masing-masing perusahaan.

Menurut tiap media