Rupiah melemah, dolar AS kuat, harga minyak naik
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Rupiah melemah terhadap dolar AS pada awal pekan ini, dengan Liputan6 melaporkan kurs pada 17.646 per USD pada Senin (7/9/2026), sementara CNBC Indonesia mencatat pembukaan lebih lanjut ke 17.635 per USD pada Selasa (8/9/2026). Kedua sumber menyebutkan faktor serupa: ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Liputan6 melaporkan harga minyak WTI mencapai US$91,92/barel dan Brent US$96,55/barel, sementara CNBC Indonesia menyebutkan Brent naik ke US$97/barel. Perbedaan muncul dalam laporan data tenaga kerja AS: Liputan6 menyebutkan penambahan lapangan kerja sebesar 162 ribu, jauh di atas ekspektasi 55 ribu, yang memperkuat prospek kenaikan suku bunga Fed. CNBC Indonesia tidak menyebutkan angka spesifik dari laporan tersebut tetapi menyatakan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga Fed naik menjadi 60% setelah laporan tenaga kerja AS yang lebih kuat. Selain itu, CNBC Indonesia melaporkan bahwa indeks dolar AS (DXY) turun 0,39% ke 98.789, sementara Liputan6 tidak menyebutkan gerakan indeks dolar tersebut. Cadangan deviasa Bank Indonesia mencapai US$146,5 miliar akhir Agustus 2026, setara dengan 5,4 bulan impor, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia. Pasar menantikan data inflasi AS pada 23 September dan pertemuan FOMC Fed pada 15-16 September untuk arah selanjutnya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.646 Imbas Lonjakan Harga Minyak
7 September 2026 pukul 12.10 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.635
8 September 2026 pukul 09.03 · Baca aslinya ↗