Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3,6 Miliar, PSI: Tak Wajib Tunjukkan SMA
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Perdebatan terkait dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memanas. PSI menanggapi sayembara pakar hukum tata negara Denny Indrayana yang menuntut Gibran menunjukkan ijazah SMA. Dedy Nur Palakka menyatakan Gibran tidak punya kewajiban untuk menunjukkan ijazah SMA karena telah menyertakan ijazah S1 dan surat keterangan penyetaraan dari Kemendikbud. PSI menilai isu ini bersifat politis dan tidak relevan lagi.
Di sisi lain, Denny Indrayana mengungkapkan nilai sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA Gibran mencapai Rp3.664.652.207. Total komitmen terkumpul dalam 15 hari sejak sayembara diumumkan pada 9 Agustus 2026, dengan 176 orang berpartisipasi. Program ini disampaikan melalui Program Rakyat Bersuara bertajuk 'Dari Ijazah Jokowi ke Sayembara Gibran, Ada Apa?' di iNews pada 24 Agustus 2026.
Perbedaan muncul terkait nilai sayembara: Warta Ekonomi melaporkan Rp3,6 miliar secara kasar, sementara SINDOnews menyebutkan angka lebih tepat Rp3.664.652.207. Kedua sumber tidak dapat memastikan apakah Gibran akan memberikan ijazah SMA atau tetap menolak berdasarkan argumen PSI bahwa ijazah S1 dan surat penyetaraan sudah cukup.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
PSI Tegas: Gibran Tidak Punya Kewajiban Menunjukkan Ijazah SMA Karena...
24 Agustus 2026 pukul 10.33 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3,6 Miliar, Denny Indrayana: Ini Upaya Publik Mengawasi
24 Agustus 2026 pukul 20.30 · Baca aslinya ↗