Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sengketa Investasi BWPT: Anwar Ibrahim, OJK, dan Felda Bertolak Berbeda

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) tengah menjadi sorotan internasional terkait sengketa investasi yang melibatkan pemerintah Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan sengketa yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga RM2,5 miliar (Rp11 triliun) bagi Felda. Anwar menyatakan investasi Felda sebesar US$505,4 juta (Rp6,7 triliun) masih berjalan di pengadilan Indonesia, dan menyoroti struktur kepemilikan BWPT yang dikontrol oleh dua investor utama: PT Rajawali Capital International (37,70%) terkait Peter Sondakh, dan FIC Properties Sdn Bhd (37%) yang dikaitkan dengan Felda Malaysia, yang bersama-sama menguasai 74,70% saham.

Berbeda dengan versi Warta Ekonomi yang menghubungkan FIC Properties dengan Felda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah klaim tersebut. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, sengketa ini hanyalah proses jual beli saham antar pemegang saham, bukan terkait langsung dengan emiten. OJK juga menegaskan bahwa BWPT tidak memiliki kewajiban atas potensi kerugian Felda sebesar RM2,5 miliar karena tidak menjadi pemegang saham atau memiliki hubungan kontraktual dengan Felda. Sengketa ini melibatkan opsi pembelian kembali dan telah masuk proses arbitrase.

Investasi senilai US$505,4 juta yang dibeli Felda pada Desember 2016 masih dalam proses hukum di Indonesia. Sementara itu, struktur kepemilikan BWPT menunjukkan sekitar 23,98% saham di tangan publik dan sekitar 1,28% sebag sebagai saham treasuri. Perusahaan mengelola 87.000 hektare perkebunan dengan kapasitas 2,2 juta ton TBS per tahun di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Menurut tiap media