Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Serangan ke Masjid Al-Aqsa dan Dukungan BRICS atas Palestina

Serangan ke Masjid Al-Aqsa dan dukungan BRICS atas Palestina menjadi dua peristiwa terpisah yang mendapatkan perhatian internasional. Pada hari Ahad, sekitar 240 pemukim Israel menyerbu pelataran Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dengan pengawalan ketat polisi. Mereka masuk melalui Pintu Gerbang Maroko untuk melakukan aksi provokatif dan ritual Talmud, yang dipicu oleh seruan organisasi 'Bait Suci' dalam memperingati Tahun Baru Yahudi. Akibatnya, otoritas Israel memperketat keamanan di sekitar masjid dan Kota Tua Yerusalem, termasuk penutupan jalan dan pembatasan mobilitas warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem, yang menghambat aktivitas harian dan kebebasan beribadah warga setempat.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik Deklarasi New Delhi dari KTT BRICS ke-18 di India (12-13 September). Deklarasi tersebut menegaskan dukungan terhadap perjuangan Palestina, termasuk penolakan pengusiran paksa Yerusalem, seruan mengakhiri pendudukan Israel, dukungan solusi dua negara, dan keanggotaan penuh Palestina di PBB. Palestina juga mengapresiasi dukungan UNRWA, perlindungan tempat suci, dan penyaluran bantuan di Gaza.

Namun, ada perbedaan dalam penyampaian. ANTARA News menyebutkan dukungan solusi dua negara, sementara Warta Ekonomi menekankan pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kota. Kedua sumber juga berbeda dalam penyebutan tanggal KTT BRICS: ANTARA News menyebut 12-13 September tanpa menyebutkan tahun, sementara Warta Ekonomi menyebutkan 12-13 September 2026. Palestina menekankan bahwa komitmen politik perlu diikuti dengan langkah konkret di lapangan, meminta komunitas internasional menghentikan pendudukan Israel dan menegakkan hukum internasional.

Menurut tiap media