Serda Ahmad TNI AU Meninggal Setelah Dianiaya oleh Senior di Asrama Halim
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal dunia pada 9 September 2026 setelah dianiaya oleh tiga rekan senimas di Mess Galaksi Dispsi AU, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kejadian bermula pada 8 September 2026 ketika Serda MTS tersinggung karena juniornya, Serda RP, menutup telepon secara sepihak. MTS menggumpulkan RP, ZN, dan Serda Ahmad untuk memberi 'tindakan'. Serda JM memukul Serda Ahmad tiga kali di dada, ketiga kalinya lebih keras sehingga ia terjatuh. Para pelaku mengusapkan minyak angin putih ke tubuhnya, namun kondisi memburuk dan dia dibawa ke RS Esnawan Antariksa dan Rumah Sakit Haji, meninggal pada pukul 23.45. Pemerintah awal melaporkan kematian akibat kecelakaan, namun teman menginfokan penganiayaan. Puspom TNI AU menetapkan empat tersangka: Serda MTS, JM, MAD, AH. Berbeda dari Liputan6.com yang menyebut minyak kayu putih, Detik.com melaporkan minyak angin. RS Esnawan Antariksa disebut sebagai IGD, bukan Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah sebagaimana dilaporkan Liputan6.com.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Ditetapkan Tersangka
16 September 2026 pukul 09.50 · Baca aslinya ↗
TNI AU Jelaskan Awal Mula Serda Ahmad Dianiaya Senior, Bukan Gegara Salah Beli Mi
16 September 2026 pukul 11.46 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Kronologi Serda Ahmad Tewas di Tangan Senior: 3 Pukulan yang Mematikan
16 September 2026 pukul 12.01 · Baca aslinya ↗