Siswa SD di TTU Menyebrangi Sungai Tanpa Jembatan untuk ke Sekolah
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Para siswa SD di Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, harus menyebrangi sungai tanpa jembatan setiap hari untuk mencapai sekolah. Video yang viral di media sosial memperlihatkan siswa SDN Oelbaf di Desa Tasinifu/Aplal, Kecamatan Mutis, berusaha menyeberangi sungai yang mengalir deras sambil mengucapkan yel-yel seperti 'Ayo Maju Maju, Jangan Ragu-ragu'. Menurut akun Instagram Melky Tamelab, sekolah tersebut berjarak sekitar 4 kilometer dari sungai, dengan jalan yang berliku, mendaki, dan berbatu keras.
Bupati TTU Yosef Falentinus Delasalle Kebo membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa kondisi serupa rutin terjadi saat musim hujan akibat banjir. Ia menambahkan bahwa masih banyak jalur sungai di wilayahnya yang belum dilengkapi jembatan, dan keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam penyelesaian masalah ini.
Media melaporkan secara berbeda mengenai lokasi pasti dan jarak tempuh. JawaPos menyebutkan sekolah berjarak 4 kilometer dari sungai, sementara Detik.com menyebutkan Desa Tasinifu/Aplal sebagai lokasi kejadian. Kedua sumber juga berbeda dalam menyebutkan apakah kepala dinas pendidikan yang turun ke lokasi atau siswa yang memandu kunjungan tersebut.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Kondisi Memperihatinkan Siswa SDN di TTU yang ke Sekolah Harus Lewati Sungai Tanpa Jembatan
26 Agustus 2026 pukul 14.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Kadis Mau Lewati Sungai Tanpa Jembatan, Siswa SD NTT Yel-yel 'Ayo Maju-maju'
26 Agustus 2026 pukul 23.18 · Baca aslinya ↗