Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Spanyol Bentuk Pusat Respons Terpadu untuk Mengatasi Krisis Migrasi di Ceuta

Menteri Ekonomi Spanyol Carlos Cuerpo mengumumkan pembentukan pusat respons terpadu di Ceuta untuk mengatasi krisis migrasi yang melankan. Ceuta ditetapkan sebagai situasi keamanan nasional lewat dekrit kerajaan. Lonjakan migran dari Maroko mencapai 11.000 orang, jauh di atas klaim pemerintah. Pembentukan badan terpadu bertujuan mengurangi birokrasi dan mempercepat penanganan migrasi baik kemanusiaan maupun hukum. Pemerintah berupaya menyeimbangkan kewajiban internasional dengan keamanan wilayah di Afrika Utara.

Badan terpadu dipimpin oleh Menteri Kebijakan Teritorial dan Memori Demokrasi Spanyol, Angel Victor Torres, bersama Walikota Ceuta Juan Jesus Vivas, perwakilan pemerintah pusat di Ceuta, Pusat Intelijen Nasional (CNI), dan beberapa menteri sebagai anggota komite khusus. Departemen Keamanan Nasional akan bertindak sebagai penasihat atas struktur baru ini.

Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang besar migran dengan kira-kira 72.000 orang yang masuk dari Maroko. Pada 11 Agustus, otoritas setempat melaporkan bahwa sekitar 10.000 migran masih berada di kota tersebut. Jumlah ini berbeda signifikan dengan klaim awal Media Indonesia yang hanya menyebutkan 11.000 orang lonjakan.

Menurut tiap media