Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Stok Beras Indonesia Diklaim Aman Hadapi El Nino 2026

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia diklaim aman untuk menghadapi dampak El Nino 2026. Media Indonesia melaporkan stok mencapai 5,1 hingga 5,3 juta ton, sementara ANTARA News menyebutkan stok tepat 5,1 juta ton sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan pangan sudah selesai, sehingga tidak ada khawatir rakyat kekurangan beras meski harga beras dunia mengalami kenaikan tajam, seperti di Jepang yang mencapai Rp100.000 per kilogram.

Untuk mendukung masyarakat terdampak bencana, pemerintah melalui Perum Bulog mengalokasikan bantuan beras sebanyak 9,98 ribu ton bagi 7 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan total nilai sekitar Rp139 miliar. Alokasi ini terdiri dari 1,32 ribu ton bantuan bencana dan 8,65 ribu ton bantuan pangan beras reguler. Bantuan bencana ditujukan untuk 265.375 jiwa dengan alokasi 300 gram per orang per hari selama 14 hari, namun disesuaikan menjadi 5 kilogram per jiwa untuk memudahkan distribusi. Hingga 24 Agustus, realisasi distribusi stok CBP mencapai 1,69 juta ton, meliputi penjualan beras program Sistem Pasar Hijau Pangan (SPHP) sebesar 909,63 ribu ton, bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton, bantuan pangan tahap kedua 59,83 ribu ton, serta penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat 11,39 ribu ton.

Meskipun stok beras diklaim aman, pemerintah tetap waspada terhadap fluktuasi harga di pasar. Kepala Bapanas juga mendorong kontrol harga melalui kebijakan seperti pencabutan izin edar beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar gizi SNI. BMKG memperkirakan El Nino 2026 berpotensi sangat kuat, sehingga Bapanas mempercepat program bantuan pangan dan SPHP untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.

Menurut tiap media