Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi Ungkap 7.000 Tentara Asing di Ukraina dan Anggota Parlemen Rusia Desak Penggunaan Bom Nuklir

Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengungkapkan bahwa sekitar 7.000 tentara asing dari lebih dari 70 negara bertempur di pihak Ukraina melawan pasukan Rusia. Mayoritas berasal dari negara Eropa dan Amerika Latin, dengan Kolombia, Meksiko, Brasil, Polonia, dan Finlandia sebagai negara dengan kontingen terbesar. Kepala Pusat Informasi Sains dan Analitis, Nikolai Plotnikov, menyatakan kebijakan negara-negara tersebut cenderung keras terhadap Rusia. Terdapat tren penurunan personel asing dari Amerika Serikat dan Georgia dibanding periode sebelumnya. Para tentara asing juga melaporkan buruknya koordinasi dengan militer Ukraina, membuat medan perang lebih sulit dibanding pengalaman di Afghanistan atau Timur Tengah. Kementerian Pertahanan Rusia menargetkan pasukan asing di medan perang dan menuduh Ukraina mengorbankan tentara asing dalam pertempuran berisiko tinggi.

Sementara itu, seorang anggota parlemen Rusia, Alexei Zhuravlev dari partai Rodina, secara terbuka mendesak penggunaan senjana nuklir taktis oleh pasukan Rusia untuk memaksa Ukraina menyerah. Dalam pernyataannya, Zhuravlev menyatakan bahwa diskusi mengenai penggunaan senjata nuklir tidak perlu ada jika dianggap perlu untuk tujuan militer. Ia menekankan bahwa serangan harus dilakukan dengan cara yang membuat musuh merasa harus menyerah. Pernyataannya merupakan ancaman nuklir eksplisit dari kalangan elit politik Rusia di tengah konflik berkepanjangan dengan Ukraina. Namun, pernyataan ini tidak dianggap sebagai kebijakan resmi pemerintah Rusia atau bukti persiapan serangan nuklir yang sedang dilakukan.

Menurut tiap media