Survei Poltracking: Mayoritas Masyarakat Dorong Reshuffle Kabinet Presiden
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Survei nasional Poltracking Indonesia pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden menunjukkan 51,9% responden mendukung Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet, sementara 27,9% tidak mendukung reshuffle dan 20,2% tidak memberikan jawaban. Penolakan reshuffle hanya 27,9%, sisanya tidak jelas atau tidak pernah dipilih. Direktur eksekutif Poltracking Hanta Yuda menyatakan temuan ini menunjukkan kegagalan kabinet dalam menerjemahkan visi-misi presiden menjadi program yang dirasakan masyarakat. Sebanyak 55,5% responden yang mendukung reshuffle menilai kinerja menteri kurang memuaskan, 10% menilai menteri tidak cocok dengan kementerian, dan 9,3% menyoroti jarang turun langsung ke tengah masyarakat. Kepuasan publik kabinet turun menjadi 47%, turun dari 67% pada Mei 2026 dan 49% pada Juli 2026. Hanya 41,8% responden kepuas kinerja ekonomi, sementara 48,3% kepuas bidang hukum. Sektor ekonomi (30,8%) dan hukum (22%) dinilai prioritas reshuffle karena kinerja menteri tidak memuaskan. 62,5% mengalami peningkatan pengeluaran rumah tangga dalam setahun terakhir, 55,6% menilai kebutuhan pokok tidak terjangkau.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Poltracking: 51,9 Persen Publik Nilai Kabinet Merah Putih Perlu Direshuffle
31 Agustus 2026 pukul 17.10 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Masyarakat Ingin Prabowo Lakukan Reshuffle: Kabinet Sekarang Gagal Jalankan Visi-Misi Presiden
1 September 2026 pukul 10.11 · Baca aslinya ↗