Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Swiss Rakyat Putuskan Makna Netralitas Negara dalam Referendum 27 September

Swiss menggelar referendum pada 27 September untuk memutuskan apakah netralitas negara harus diatur secara tertib dalam konstitusi. Inisiatif "Menjaga Netralitas Swiss" mengusulkan tiga perubahan utama: (1) menjadikan netralitas 'abadi dan bersenjata' dalam konstitusi, (2) melarang Swiss bergabung atau aliansi militer kecuali diserang, dan (3) melarang sanksi kecuali diizinkan oleh PBB. Inisiatif ini didukung oleh kelompok pro-Rusia namun ditolak oleh mayoritas partai politik yang ada.

Pemerintah Swiss, termasuk Dewan Federal dan parlemen, menentang inisiatif tersebut karena menganggap fleksibilitas kebijakan penting untuk menghadapi ancaman baru dan ketegangan geopolitik yang sedang berkembang. Menteri Luar Negeri Ignazio Cassis menyatakan bahwa netralitas yang diterapkan secara bijak lebih kuat daripada pendekatan yang kaku dan dogmatis. Pemerintah khawatir inisiatif ini terlalu membatasi ruang gerak kebijakan luar negeri Swiss di masa depan.

Dari perspektif sejarah, Swiss telah dikenal sebagai negara netral secara permanen sejak tahun 1815, sekaligus diakui internasional sebagai negara netral sejak Perjanjian Westphalia 1648, dan telah selamat dari dua perang dunia serta satu perang dingin. Warga Swiss yang memilih netralitas fleksibel diperkirakan akan menolak usulan inisiatif yang bersifat dogmatis ini.

Menurut tiap media