Timnas Esports Indonesia Fokus Asian Games 2026, Beberapa Atlet Tidak Bertanding
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memutuskan tidak mengirimkan atlet esports Indonesia untuk nomor Martial Arts Asian Games 2026. Keputusan ini didasarkan pada hasil review kelayakan dan pertimbangan efisiensi anggaran, dengan alasan bahwa sistem kompetisi yang hanya memperebutkan satu medali tunggal dari tiga game (Street Fighter 6, Tekken 8, dan The King of Fighters XV) dinilai tidak realistis untuk meraih medali. Meskipun PB ESI telah menyusun rencana pelatihan dan try out ke Jepang, serta merasa percaya diri, Kemenpora tetap menolak pengiriman tim tersebut demi efisiensi target medali.
Sebaliknya, PB ESI aktif memperkuat pelatnas esports Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan PT Hisamitsu Pharma Indonesia di bawah brand Salonpas. Dukungan ini mencakup persiapan untuk Asian Games 2026 di Jepang, Global Esports Games 2026 di AS, hingga kompetisi internasional 2027. Kolaborasi tersebut mengusung semangat 'We Got Your Back!' dan menerapkan pendekatan sports science yang meliputi nutrisi, kesehatan mental, dan pengelolaan beban latihan fisik.
Adapun terkait jumlah atlet, PB ESI mengumumkan 34 atlet untuk Asian Games 2026, sementara Kemenpora tidak merinci jumlah spesifik atlet yang tidak akan bertanding pada nomor Martial Arts. Presiden Direktur PT Hisamitsu Pharma Indonesia, SATO Ryo, menyatakan bahwa esports membutuhkan kesiapan fisik setara dengan olahraga tradisional, sebagai kelanjutan kerja sama sebelumnya pada SEA Games Bangkok 2025.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Alasan Timnas Esports Tak Jadi Ikut Martial Arts Asian Games 2026
15 September 2026 pukul 16.10 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
PB ESI Perkuat Pelatnas Timnas Esports Menuju Asian Games 2026
15 September 2026 pukul 20.29 · Baca aslinya ↗