Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Titanosaurus Beradaptasi Menetaskan Telur di Wilayah Lintang Tinggi

Studi terhadap 255 fragmen cangkang telur di Formasi Chorrillo, Argentina, mengungkapkan bahwa dinosaurus titanosaurus mampu bersarang di wilayah lintang tinggi, termasuk Argentina selatan hingga Antartika. Temuan yang diperkirakan berusia 68 juta tahun ini menunjukkan bahwa sauropoda terbesar ini beradaptasi di lingkungan dingin, dengan lokasi temuan berada pada 55-60 derajat lintang selatan.

Para peneliti meyakini titanosaurus menggunakan strategi khusus untuk pengeraman telur karena suhu rendah dan paparan matahari terbatas. Mereka diduga membuat sarang dari tanah dan vegetasi, di mana panas dari pembusukan tanaman membantu menjaga suhu embrio. Analisis mikroskopis dan mikro-CT pada cangkang jenis Fusioolithus menunjukkan pola pori yang mengindikasikan telur harus dikubur agar tidak kering.

Terdapat perbedaan detail mengenai suhu lingkungan; Media Indonesia menyebutkan suhu rata-rata tahunan berkisar antara 12–14,5 derajat Celsius, sementara Detik.com hanya menyebutkan suhu wilayah tersebut jauh lebih dingin. Selain itu, peneliti menduga dinosaurus ini tidak merawat anaknya setelah penetasan, serupa dengan perilaku reptil lainnya.

Menurut tiap media