Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Tokoh Dunia Bahas Dampak AI dan Kedamaian Global di Bali

Tokho dunia berkumpul di Bali dalam World Encounter Summit 2026 untuk membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap kehidupan manusia. Forum ini diikuti akademisi, pemimpin, dan perusahaan teknologi dari lima benua, menyoroti pertanyaan apakah AI akan membawa kebaikan atau mengikis nilai kemanusiaan. Diskusi mencakup dampak AI di pendidikan, dunia kerja, kesehatan mental, demokrasi, dan hubungan sosial. Luhut Binsar Pandjaitan menekankan Indonesia perlu memperkuat kapasitas nasional agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi negara lain. Pemerataan manfaat AI dinilai bukan hanya soal teknologi, tetapi keadilan sosial, ekonomi, moral, dan lingkungan. Solusi yang diusulkan meliputi pengembangan AI berbasis energi bersih dan pendidikan STEM.

Acara lain di Bali, yaitu Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony 2026 dan Bali Harmony Dialogue 2026, digelar pada 2-7 September 2026 di KEK Kura Kura Bali dengan partisipasi delegasi dari lebih dari 70 negara. Tema acara, 'Holding Space for Peace: Peace Within, Peace Among Us, Peace with All Life', menjadi forum bagi pemerintah, akademisi, sektor teknologi, dan masyarakat sipil untuk merenungkan dampak AI terhadap martabat manusia dan keberlanjutan global. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie menekankan pentingnya negara berkembang untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif teknologi AI, tetapi juga menjadi arsitek aktif dalam riset dan tata kelola AI global.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, consultative dialogue on youth juga digelar, di mana para inovator muda mengusulkan kerangka pendidikan yang menggabungkan keterampilan teknis dengan kepemimpinan etis dan pendekatan yang berpusat pada manusia. Acara ini menjadi bagian dari inisiatif AI World Congress Bali yang bertujuan membangun dialog konstruktif di tengah transformasi digital dan fragmentasi global.

Menurut tiap media