Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump Prediksi Akhir Perang Iran Pasca Pemilu, Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Membumbung

Presiden AS Donald Trump memprediksi konflik dengan Iran akan berakhir setelah pemilu tengah waktu AS pada November 2026, meskipun beberapa sumber menyebutkan kemungkinan berakhir lebih awal sebelum 3 November. Trump menegaskan tekanan ekonomi AS akan memaksa Iran untuk tidak bertahan lama, sementara pihak Iran menolak tuduhan pengaruh politik dan menyatakan program nuklir untuk tujuan damai. Konflik telah memasuki bulan ke-7 sejak dimulai Februari 2026, dengan laporan 18 personel AS tewas, meskipun Trump menolak klaim kerusakan jet tempur AS di Yordania.

Harga minyak Brent naik hingga US$100-101 per barel, sementara WTI AS mencapai US$96 per barel, mencerminkan gangguan pasokan energi akibat serangan di Selat Hormuz. Iran mengklaim menyerang 10 kapal di Selat Hormuz, sementara AS diduga menenggelamkan lima kapal tanker Iran. Data pelacakan menunjukkan hanya tujuh kapal melintasi Selat Hormuz pada hari yang sama, setengah dari rata-rata sebelumnya. Harga bensin AS mencapai US$4,22 per galon pada September 2026, naik dari US$3,19 tahun sebelumnya.

Ketegangan di Timur Tengah terus memuncak dengan ancaman serangan AS terhadap fasilitas subterrane di dekat Natanz dan Pickaxe Mountain. Trump juga mengancam serangan keras jika Iran melakukan aksi di lokasi tersebut. Strategi ekonomi 'Operation Economic Outcast' terus diterapkan sebagai alternatif operasi militer. Presiden China Xi Jinping mendesak BRICS untuk mempromosikan perdamaian di wilayah tersebut.

Menurut tiap media