Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

UNIFIL Laporkan Peningkatan Aktivitas Militer Israel di Lebanon Selatan

UNIFIL melaporkan peningkatan signifikan aktivitas militer Israel di Lebanon selatan antara 5-16 Agustus. Data menunjukkan rata-rata 137 proyektil atau amunisi per hari, dengan puncak mencapai 208 pada hari Sabtu dan 185 pada hari Minggu. Serangan udara dan artileri menyasar wilayah Al-Mansouri, Zawtar El Charqiyeh, dan Nabatiyeh El Faouqa, yang memaksa warga sipil mengungsi dan mengubah rutinitas harian.

Eskalasi ini terjadi meski terdapat kesepakatan 'formula kerangka kerja' atau gencatan senjata yang ditandatangani pada 26 Juni, yang menyerukan penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hizbullah. Israel mengklaim Hizbullah melanggar kesepakatan tersebut. Sejak 2 Maret, jumlah korban tewas akibat serangan Israel meningkat menjadi 4.346 jiwa, termasuk 11 orang tewas dalam serangan udara terpisah pada hari Sabtu.

UNIFIL terus beroperasi melalui patroli dan bantuan kemanusiaan berdasarkan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB tahun 2006. Mandat UNIFIL akan berakhir pada akhir 2026, namun Presiden Lebanon Joseph Aoun mendukung perpanjangannya guna menjaga stabilitas dan penghentian permusuhan antara Israel dan Hizbullah.

Menurut tiap media