Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Upaya Petugas dan Skala Karhutla di Kotawaringin Barat, Kalteng

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terus meluas. Para petugas penanggulangan menghadapi tantangan seperti medan sulit, asap pekat, debu panas, dan kelelahan fisik. Mereka rela tidur di tanah atau tenda darurat, bekerja hingga belasan jam sehari, dan harus siap bertahan berhari-hari di lokasi demi mengendalikan bara api.

Data statistik menunjukkan dari Januari hingga 13 Agustus 2026, tercatat 168 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 622,1 hektare. Sebanyak 379 titik panas terdeteksi, dengan Kecamatan Arut Selatan paling terdampak memiliki 181 titik panas dan 413,56 hektare lahan terbakar, sementara Kecamatan Kumai mengalami 59 kejadian dan 110,23 hektare terbakar. Perbedaan fokus terlihat antara laporan yang menyoroti kondisi petugas dan yang menyajikan data skala kebakaran.

Pihak berwenang menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat untuk mencegah penyebaran, serta menghimbau masyarakat menghindari pembakaran lahan selama kemarau. Tantangan utama meliputi paparan asap, panas, kurang tidur, dan bahaya kesehatan, namun tugas tetap dilanjutkan karena risiko api membesar kembali.

Menurut tiap media