Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Zulhas Luncurkan Buku Ketahanan Pangan di Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meluncurkan buku 'Pangan Indonesia' bersama Dirgayuza Setiawan di Jakarta pada 4 September 2026. Buku menjelaskan pentingnya ketahanan pangan yang tidak hanya dari makanan di piring, tetapi juga kedaulatan negara, kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak. Zulhas menegaskan bahwa 160 juta petani, nelayan, dan peternak memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pengerjaan swasembada pangan dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga pola konsumsi tidak dapat diubah oleh negara lain. Harapan pembuatan buku ini adalah memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor pangan dalam kebijakan nasional.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyatakan pangan sebagai fondasi kemajuan negara. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan harus dipelihara untuk mendorong Indonesia maju. Pada 2024, Indonesia impor beras sebanyak 4,5 juta ton, yang menyengsarakan petani lokal karena tidak mendapat manfaat ekonomi. Impor berlebih menyebabkan harga gabah beras turun, mengurangi pendapatan petani. Dengan perbaikan kebijakan, pada 2025 Indonesia berhasil menghentikan impor beras, meningkatkan nilai tukar beras dari Rp116 menjadi Rp127 per kilogram. Hasilnya, petani menjadi lebih makmur dan mampu mendanai kebutuhan anggota keluarga.

Menurut tiap media