Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Evaluasi dan Tindak Lanjut Program MBG Pasca-Insiden Keracunan di Berastagi

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah penanganan terkait dugaan insiden keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Kepala BGN Sudaryono mengonfirmasi pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut melalui akun media sosial resminya. Selain pencopotan pejabat terkait, pihak BGN juga melakukan penyegelan terhadap dapur operasional SPPG guna kepentingan investigasi serta memeriksa langsung kondisi para siswa terdampak.

Dalam menangani permasalahan ini, BGN berkoordinasi secara aktif dengan Pemerintah Kabupaten Karo, termasuk Bupati Antonius Ginting. Pihak BGN bersama Dinas Kesehatan setempat turut melakukan pengujian terhadap sampel sisa lauk pauk yang disajikan untuk menemukan akar penyebab masalah. Di sisi lain, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut sembari menunggu keterangan lebih rinci dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Terkait jalannya program MBG secara umum, Anggota DPD RI Alfiansyah Bustami alias Komeng menilai program yang diusung Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya bernilai baik, layaknya program Kopdes. Namun, Komeng menyoroti adanya masalah operasional akibat implementasi yang kurang optimal dan kualitas sumber daya manusia pengelola yang dinilai tidak bekerja dengan benar. Ia berharap kepemimpinan Sudaryono di BGN mampu membenahi dan menuntaskan kendala operasional dalam program MBG tersebut.

Menurut tiap media