Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Zulkifli Hasan: Impor Pangan dan Pencurian Ikan RI Rp200 T/Tahun

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Indonesia kehilangan Rp200 triliun per tahun akibat pencurian ikan oleh negara seperti Thailand, India, dan Jepang. Ia menjelaskan hal ini disebabkan oleh lemahnya daya saing nelayan Indonesia yang masih menggunakan kapal kecil, sementara negara lain menggunakan kapal besar. Nilai Tukar Nelayan (NTN) Indonesia berada di 103, jauh di bawah standar nelayan tangguh seperti Jepang. Setiap tahun, ketergantungan pada impor ikan mencapai Rp200 triliun, sementara petani padi memiliki nilai tukar 127 (2024) dan Indonesia masih mengimpor 4,5 juta ton beras.

Zulkifli menekankan pentingnya pengurangan impor pangan untuk mencegah dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Ia menyatakan bahwa 60-70 juta orang dari desil 1-4 perlu mendapatkan bantuan langsung berupa uang tunai dan beras untuk mencegah kemiskinan massal dan mendukung sektor pertanian berkelanjutan. Kepadatan kapal nelayan kecil membuat mereka terpaksa menjual ikan dengan harga murah tanpa perlindungan yang memadai.

Pemerintah berencana mengembangkan 40.000 kawasan tematik perikanan, namun masih menghadapi kendala ketersediaan bibit dan pakan ikan. Zulkifli juga menyatakan bahwa ketergantungan impor pangan berisiko dieksploitasi oleh negara lain dalam situasi krisis. Dampaknya mencakup kemiskinan masyarakat pesisah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar, serta penurunan lahan pertanian akibat harga yang ditekan dan aturan yang rumit.

Menurut tiap media