1.000 Orang Kubur Celana Dalam, Tujuannya Tak Terduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan warga Swiss mengikuti proyek sains terbesar yang mengubur celana dalam untuk mempelajari proses penguraian bahan organik di tanah. Para partisipan mengubur sepasang celana dalam dan mengambilnya kembali setelah satu hingga dua bulan untuk mengamati tingkat keausan kain akibat aktivitas bakteri, jamur, dan organisme tanah mikro. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata celana kehilangan 10% bahan setelah satu bulan, dan hingga 50% setelah dua bulan. Lokasi penguburan berperan penting: kebun pribadi mencatat dekomposisi tertinggi hingga 58% setelah dua bulan, sementara halaman rumput memiliki tingkat terendah sekitar 40%. Lahan pertanian dan padang rumput berada di antara keduanya.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesuburan tanah dan aktivitas dekomposisi biologis, bukan kesehatan tanah secara keseluruhan. Para ilmuan menekankan bahwa laju penguraian tinggi tidak selalu berarti ekosistem lebih sehat. Proyek ini juga bertujuan membuat ilmu tanah lebih dapat dipahami oleh masyarakat umum, karena pengujian tanah konvensional biasanya membutuhkan peralatan khusus dan pengetahuan teknis. Dengan menggunakan celana dalam sebagai indikator sederhana, proyek ini memberikan gambaran langsung tentang aktivitas biologis tanah tanpa perlu laboratorium.
Bagikan
Berita terkait
Pelaku Penembakan di Acara Rave Switzerland Masih Diburu
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 07.00
Penembakan di Acara Musik Rave Swiss: Wanita WN Italia Tewas, 2 Lainnya Terluka
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 03.20
Penembakan di Pesta Kota Aarau Swis: Satu Tewas dan Lima Terluka
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.35
Satu orang tewas, lima lainnya terluka akibat penembakan di Swiss
ANTARA News · 30 Agustus 2026 pukul 14.31