Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

3 Tips Memaksimalkan Penggunaan Baterai agar Tidak Mudah Jadi Sampah Elektronik

Baterai elektronik menjadi bagian dari limbah elektronik (e-waste) yang mengandung bahan berbahaya seperti kadmium dan merkuri. Jika tidak dikelola dengan benar, bahan-bahan ini dapat mencemini udara, tanah, dan air, serta berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan saraf dan kognitif pada anak-anak. World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya pengelolaan baterai bekas agar tidak dibuang sembarangan bersama sampah rumah tangga.

Untuk mengurangi dampak negatif baterai, AZKO melalui PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) menawarkan tiga tips penggunaan baterai yang lebih berkelanjutan. Pertama, menggunakan baterai rechargeable yang dapat diisi ulang seperti KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs dengan kapasitas 2.500 mAh, tahan lama hingga lima tahun, dan bebas kadmium serta merkuri. Kedua, memanfaatkan KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot yang dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus dengan sistem auto cut-off dan indikator LED. Ketiga, memeriksa kondisi baterai menggunakan KRISBOW Baterai Tester untuk mengetahui apakah baterai masih baik, lemah, atau perlu diganti.

AZKO juga mendukung program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik) sejak 2023, yang menyediakan dropbox di 24 toko tersebar di 17 kota di Indonesia untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah elektronik, termasuk baterai. Peserta yang menyalurkan sampah elektronik melalui program ini dapat mendapatkan diskon 10 persen untuk pembelian produk elektronik pilihan di AZKO.

Berita terkait