Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Abu Vulkanik Bikin Tanah Subur dan Turunkan Karbon, Ayo Cek Fakta!

Erupsi Gunung Anak Krakatau dan gunung berapi lain di Indonesia menyebabkan hujan abu vulkanik. Selain risiko kesehatan, abu vulkanik (tefra) menawarkan manfaat positif: meningkatkan kesuburan tanah dan menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Penelitian oleh Kurniatun Hairiah dkk (Universitas Brawijaya) yang diterbitkan di Science Direct (2020) menunjukkan bahwa tefra dapat mengubah menjadi tanah Andisol yang mengandung karbon organik hingga 10%. Tanah Andisol termasuk tanah paling subur di dunia, menyimpan sekitar 5% cadangan karbon tanah global meski hanya merepresentasikan 1% permukaan bumi.

Di Indonesia, sekitar 31,7 juta hektar (17% wilayah daratan) terbentuk dari material vulkanik. Rata-rata 47 juta ton material vulkanik terlempar setiap tahun sejak 1970. Pada periode letusan besar (2013-2019), material mencapai 500-600 juta ton per tahun, dengan potensi penyerapan CO2 sebesar 100-200 juta ton setara, setara dengan 20-40% emisi CO2 dari bahan bakar fosil Indonesia (530 juta ton CO2-eq pada 2016).

Peneliti menekankan bahwa manfaat abu vulkanik bergantung pada kuantitas dan komposisinya. Ion seperti Cl, Ca, Na, SO42-, Mg, dan F mudah larut dan memberi nutrisi tanah. Namun, penyerapan CO2 maksimal memerlukan kajian lebih lanjut terkait mekanisme geokimia pelapukan dan optimalisasi aplikasinya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait