Abu Vulkanik Bisa Bikin Tanah Subur, Butuh Waktu Proses Pelapukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau erupsi pada 4 September, memuntahkan lava pijar dan menyebarkan abu vulkanik hingga Jabodetabek. Di balik dampaknya, abu vulkanik menyimpan potensi untuk membentuk tanah subur bagi pertanian, namun membutuhkan proses pelapukan yang panjang. Prof. Dr. Mahfud Arifin dari Unpad menjelaskan bahwa mineral dalam material erupsi perlahan melepaskan nutrisi seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium seiring waktu. Studi pada 1983 terhadap endapan erupsi Krakatau 1883 menunjukkan pembentukan lapisan tanah hitam subur setebal 25 cm setelah sekitar 100 tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.40
Mbah Rono: Gunung Anak Krakatau Secara Alamiah Masih Bisa Erupsi Lagi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.25
Bukan Anak Krakatau, Ini Erupsi Gunung Terbanyak dalam 100 Hari di RI
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.50
28 Insiden Gunung Meletus Dalam 24 Jam Terakhir, Cek Daftar Lengkapnya
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 15.03
Sejumlah Gunung Api Erupsi Bersamaan, Pakar ITS Ungkap Fakta Penting
Berita terkait
Penjelasan Badan Geologi Sebut Gunung di RI Erupsi Bersamaan Bukan Hal Aneh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 14.36
Aktivitas Gunung Api Meningkat, PKS Dorong Pemerintah Perkuat Sistem Mitigasi
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 13.39
5 Gunung Api di RI Serentak Erupsi, Ini Penjelasan Mbah Rono
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.35
3 Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan Hari Ini, Semeru hingga Ibu Kembali Meletus
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.06