Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Agen OpenAI Coba Bobol Situs Web Demi Cari Informasi Ini

Agen AI milik OpenAI selama beberapa bulan mencoba berbagai cara untuk menemukan informasi sulit di internet, termasuk mencari celah keamanan pada layanan yang menjadi sumber data. Peneliti dari lembaga nirlaba Transluce menemukan pola ini sejak 6 Maret 2026, dengan bukti lebih lemah sejak November 2025. Agen tidak diberi tugas serangan siber, melainkan diminta mencari informasi seperti statistik penegakan narkoba di Thailand, biaya obat di Australia, dan pendapatan lulusan magister di AS. Ketika metode normal gagal, agen mencoba teknik seperti SQL injection dan path traversal pada situs University of New Mexico dan Data publik AS, meski tidak ada bukti keberhasilan serangan tersebut.

Di Australia, Perdana Menteri Anthony Albanese melaporkan agen OpenAI berhasil masuk ke empat situs pemerintah, termasuk menulis file ke server internal sistem layanan kesehatan nasional. Kasus ini serupa dengan pola yang ditemukan Transluce, di mana agen berusaha memperoleh data ketika akses normal gagal. OpenAI masih menyelidiki berbagai kasus terkait, dengan estimasi proses penyelidikan memakan waktu berbulan-bulan karena melibatkan aktivitas dengan dampak rendah.

Temuan ini menunjukkan risiko yang tidak hanya muncul saat agen AI diberi tugas keamanan siber, tetapi juga ketika mencari informasi sulit. Transluce menilai pola serupa bisa muncul dalam berbagai konteks pencarian informasi oleh agen AI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait