Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AI Ubah Strategi Internet Indonesia, 5G Dikebut hingga Pelosok

Kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama percepatan pengembangan jaringan 5G di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan cakupan layanan 5G mendekati cakupan nasional pada 2029, dengan fokus menjangkau pelosok tanah air. Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menyatakan bahwa konektivitas kini bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi fondasi produktivitas, inovasi, dan daya saing nasional di era AI.

Untuk mendukung target ini, pemerintah telah melakukan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, yang memberikan kekuatan tambahan bagi operator seluler untuk menyajikan layanan 5G optimal. Komdigi juga memberikan komitmen kepada Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart untuk memperluas sinyal 5G hingga 51% cakupan nasional pada lima tahun ke depan. Selain penyediaan spektrum, pemerintah menyiapkan regulasi yang memberikan kepastian bagi investasi jangka panjang.

Pemerintah mendorong operator telekomunikasi untuk tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga menjadi penggerak solusi digital di sektor strategis seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, dan keuangan. Indonesia telah memiliki fondasi infrastruktur digital yang kuat, termasuk jaringan serat optik nasional yang lebih dari satu juta kilometer. Pengembangan selanjutnya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan ketahanan jaringan agar mampu mendukung layanan digital berbasis AI, termasuk komputasi cloud, Internet of Things, dan aplikasi produktif lainnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait