Air Terjun Darah di Antartika Ternyata Penuh dengan Kehidupan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Air Terjun Darah (Blood Falls) di Antartika, yang terletak di tepi Gletser Taylor di McMurdo Dry Valleys, memiliki aliran air berwarna merah pekat yang jatuh ke Danau Bonney. Warna khas berasal dari air garam kaya zat besi. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience mengungkapkan bahwa air asin ini ternyata mengandung komunitas organisme laut yang hidup subur, meskipun lokasinya terpisah lebih dari 32 km dari samudra.
Tim peneliti, termasuk Andrew E. Allen dari University of California San Diego, menganalisis 167 sampel air, sedimen, dan udara menggunakan berbagai teknik genetik. Hasilnya menunjukkan mikroorganisme di area Blood Falls hampir sepenuhnya terkait dengan lingkungan laut, berbeda dengan area sekitarnya yang didominasi organisme air tawar dan daratan. Studi geokimia sebelumnya mengindikasikan sumber air berasal dari air laut yang membanjiri Lembah Taylor di masa lalu, kemudian terisolasi di bawah gletser saat permukaan laut surut.
Bagikan
Berita terkait
PUtech Kejar Predikat Smart Green Campus, Mulai Terapkan ISO 14001
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.33
Ribuan Bibit Mangrove Terus Memperkuat Ekosistem Pesisir Pangandaran
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.32
National Innovation Challenge Dorong Siswa Kembangkan Solusi untuk Masalah Lingkungan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 17.42
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan di Sumbar
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 16.02