Alasan Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Pesawat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Eruption Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 menyebabkan penyebaran abu vulkanik ke wilayah Lampung, Jawa Barat, Banten, dan Jabodetabek. Abu tersebut menghalangi pandang dan masuk ke mesin pesawat, menyebabkan penundaan banyak penerbangan. Partikel abu yang halus (kurang dari 2 mm) mengandung kristal silika tajam, berpotensi menyumbat baling-baling, mengikis kompresor, bahkan mencairkan di bagian bakar dan beku pada turbin. Abu juga mengandung asam sulfat, asam klorida, serta logam berat, mengekspose penumpang terhadap masukan partikel halus ke paru-paru. Otoritas Bandar Udara, BMKG, AirNav Indonesia, serta stakeholder penerbangan secara bersama-sama memutuskan penutupan sementara bandar udara untuk keselamatan operasional. Keputusan ini menekankan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan krisis vulkanik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 12.21
Belajar dari Insiden British Airways, Bahaya Abu Anak Krakatau Bagi Pesawat
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.45
Halaman Terminal 3 Bandara Soetta Berdebu Dampak Erupsi Anak Krakatau
JawaPos · 6 September 2026 pukul 15.00
Bandara Soekarno-Hatta Perpanjang Penutupan Hingga Sore, Imbas Erupsi Anak Krakatau
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.48
Bandara Soetta Tutup, Ini Daftar Penerbangan Lion Group yang Batal
Berita terkait
Bandara Husein Sastranegara Tutup Sementara Imbas Erupsi Anak Krakatau
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.12
Sebanyak 17 Penerbangan di Bandara Batam Dibatalkan Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 13.58
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Menyelimuti Rumah Warga Ciputat Siang Ini
Detik.com · 6 September 2026 pukul 13.25
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Bandara Husein Sastranegara Ditutup
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 13.12