Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Amerika Ditinggalkan, Ulah Trump Bawa Berkah Tak Terduga Buat China

Kebijakan kontrol ekspor AS di bawah pemerintahan Donald Trump, khususnya larangan ekspor chip canggih ke China, justru tidak berhasil menghambat kemajuan AI China. Sebaliknya, kebijakan ini mendorong China untuk mengembangkan industri chip domestiknya sendiri, terutama melalui model AI sumber terbuka dan bobot terbuka. Samsung Electronics dan SK Hynix dari Korea Selatan kini mengevaluasi penggunaan peralatan pembuat chip buatan Advanced Micro-Fabrication Equipment (AMEC) asal China untuk pabrik-pabrik mereka di China, sebagai strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian kontrol ekspor AS. Pemerintah AS mencabut status 'validated end users' (VEU) untuk pabrik Samsung dan SK Hynix di China pada 2025, hanya memberikan izin tahunan untuk impor peralatan. Akibatnya, kedua perusahaan ini mulai menguji peralatan AMEC sejak dua tahun lalu dan menyiapkan pemasok lokal China sebagai cadangan untuk pemeliharaan dan perbaikan mesi-mesin yang sudah terpasang. Samsung mengoperasikan pabrik chip NAND flash di Xi'an, sementara SK Hynix memiliki fasilitas NAND di Dalian dan pabrik DRAM di Wuxi, yang sangat bergantung pada alat dari Applied Materials dan Lam Research. Pengembangan pemasok chip China seperti AMEC, Naura Technology, Piotech, dan ACM Research semakin pesat. Deutsche Bank memperkirakan masing-masing akan mencatatkan pendapatan lebih dari US$1 miliar pada 2026, dengan pangsa pasar 25-30% dari total pasar peralatan fabrikasi wafer China yang diproyeksikan mencapai US$28 miliar. Peralatan buatan China dijual 20-30% lebih murah dibandingkan produsen asing, meskipun masih tertinggal di litografi tingkat lanjut. Ini menjadi tantangan bagi pemain dominan seperti Applied Materials yang mencatatkan 30% pendapatan dari China pada 2025.", "tags": ["china", "amerika serikat", "kontrol ekspor", "industri chip", "samsung"]}</arg_value></tool_call>

Berita terkait