Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Apa yang Terjadi Saat Keluar dari Area Coverage 5G?

Saat keluar dari area cakupan 5G, smartphone secara otomatis beralih ke jaringan 4G/LTE yang tersedia agar koneksi internet tetap berjalan. Perpindahan ini tidak memerlukan penggantian SIM atau aktivasi ulang layanan 5G. Jaringan 5G menawarkan kecepatan lebih tinggi dan latensi lebih rendah, namun cakupannya masih terbatas dibanding 4G. Pada perangkat Android maupun iOS, fitur Data Cerdas dan mode 5G Otomatis memungkinkan perangkat mencari sinyal terbaik, termasuk beralih ke LTE ketika koneksi 5G tidak optimal. Hal ini juga membantu menghemat baterai. Ketika pengguna bergerak dari wilayah 5G ke wilayah hanya 4G, kecepatan dan latensi koneksi dapat berubah, tetapi aktivitas internet seperti unduh file tetap berjalan. Di daerah terpencil tanpa cakupan 4G, perangkat dapat beralih ke jaringan 3G atau lainnya, atau menampilkan status 'Tidak Ada Layanan' jika tidak ada jaringan tersedia.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menyatakan bahwa pelanggan 4G tidak perlu melakukan registrasi ulang untuk menggunakan 5G. Peralihan antara 4G dan 5G dilakukan secara otomatis pada perangkat yang mendukung, selama layanan operator tersedia dan masa aktif internet masih berlaku. Namun, cakupan 5G masih terbatas karena infrastruktur BTS 5G perlu dipasang dengan jarak yang lebih dekat satu sama lain, sehingga biaya operasional operator menjadi tinggi. Adopsi 5G yang rendah membuat operator enggan memperluas jaringan secara signifikan.

Lebih lanjut, lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselesaikan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) diharapkan memberikan sinyal 5G yang lebih luas di masa mendatang. Dampaknya, smartphone 5G berpotensi lebih terjangkau. Pengguna dapat memantau perubahan jaringan melalui indikator sinyal di status bar ponsel. Jika masuk kembali ke area dengan cakupan 5G dan perangkat mendukung, koneksi akan otomatis kembali ke jaringan 5G.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait