Apakah Ada Cara Mencegah Jadi Korban Deepfake Pornografi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang mahasiswa di Solo menjadi korban deepfake pornografi setelah wajahnya dimanipulasi dan disisipkan ke dalam foto dan video telanjang, lalu disebarkan di Instagram dan Telegram. Pengacaranya, Zainal Abidin Petir, mengatakan manipulasi tersebut melibatkan wajah korban yang ditempelkan ke tubuh orang lain, menciptakan konten palsu yang tampak nyata. Menurut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya, tidak ada cara mutlak untuk mencegah wajah seseorang digunakan dalam deepfake, karena setiap gambar digital—baik dari media sosial, komputer, maupun CCTV—dapat dikumpulkan dan disalahgunakan. Ia menjelaskan bahwa AI hanyalah salah satu metode yang populer, bukan satu-satunya teknologi yang dapat memanipulasi wajah. Untuk mengurangi risiko, ia menyarankan pengguna membatasi berbagi foto pribadi, menghindari oversharing, dan mengendalikan siapa yang dapat mengakses konten tersebut, karena semakin banyak referensi visual yang tersedia, semakin sempurna hasil manipulasi AI. Korban telah melaporkan penyebaran konten deepfake ke kepolisian, langkah yang disebut Alfons sebagai tindakan tepat untuk mengejar pelaku. Ia menegaskan bahwa hanya polisi yang berwenang meminta data dari penyedia platform untuk melacak asal konten dan menindak pelakunya, yang dapat menciptakan efek jera dan menegakkan hukum.
Bagikan
Berita terkait
Heboh Pel Ajaib Harga Rp 20 Juta, Tinggal Tunjuk Rumah Auto Kinclong
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.20
Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Medsos soal Hoaks Kopdes ke Bareskrim
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 06.00
Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Medsos ke Bareskrim Polri
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 02.30
Mendes Yandri Jadi Korban Deepfake, 73 Akun Dilaporkan ke Bareskrim
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.41