Apakah Ada Cara Mencegah Jadi Korban Deepfake Pornografi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang mahasiswa di Solo menjadi korban deepfake pornografi setelah wajahnya dimanipulasi dan disisipkan ke dalam foto dan video telanjang, lalu disebarkan di Instagram dan Telegram. Pengacaranya, Zainal Abidin Petir, mengatakan manipulasi tersebut melibatkan wajah korban yang ditempelkan ke tubuh orang lain, menciptakan konten palsu yang tampak nyata. Menurut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya, tidak ada cara mutlak untuk mencegah wajah seseorang digunakan dalam deepfake, karena setiap gambar digital—baik dari media sosial, komputer, maupun CCTV—dapat dikumpulkan dan disalahgunakan. Ia menjelaskan bahwa AI hanyalah salah satu metode yang populer, bukan satu-satunya teknologi yang dapat memanipulasi wajah. Untuk mengurangi risiko, ia menyarankan pengguna membatasi berbagi foto pribadi, menghindari oversharing, dan mengendalikan siapa yang dapat mengakses konten tersebut, karena semakin banyak referensi visual yang tersedia, semakin sempurna hasil manipulasi AI. Korban telah melaporkan penyebaran konten deepfake ke kepolisian, langkah yang disebut Alfons sebagai tindakan tepat untuk mengejar pelaku. Ia menegaskan bahwa hanya polisi yang berwenang meminta data dari penyedia platform untuk melacak asal konten dan menindak pelakunya, yang dapat menciptakan efek jera dan menegakkan hukum.
Bagikan
Berita terkait
Pria Ini Jadi Detektif di LinkedIn, Temukan 60 Ribu Loker Palsu
Detik.com · 26 September 2026 pukul 05.45
Situs Pemerintah Dibobol Hacker, Alarm Bahaya Makin Kencang
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 14.05
Ransomware Payload Bisa Kunci Komputer Perusahaan Tanpa Enkripsi File
JawaPos · 23 September 2026 pukul 23.45
Hacker Retas Hacker, Perang Geng Siber Pecah di Dark Web
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.15