Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Apakah Ada Cara Mencegah Jadi Korban Deepfake Pornografi?

Seorang mahasiswa di Solo menjadi korban deepfake pornografi setelah wajahnya dimanipulasi dan disisipkan ke dalam foto dan video telanjang, lalu disebarkan di Instagram dan Telegram. Pengacaranya, Zainal Abidin Petir, mengatakan manipulasi tersebut melibatkan wajah korban yang ditempelkan ke tubuh orang lain, menciptakan konten palsu yang tampak nyata. Menurut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya, tidak ada cara mutlak untuk mencegah wajah seseorang digunakan dalam deepfake, karena setiap gambar digital—baik dari media sosial, komputer, maupun CCTV—dapat dikumpulkan dan disalahgunakan. Ia menjelaskan bahwa AI hanyalah salah satu metode yang populer, bukan satu-satunya teknologi yang dapat memanipulasi wajah. Untuk mengurangi risiko, ia menyarankan pengguna membatasi berbagi foto pribadi, menghindari oversharing, dan mengendalikan siapa yang dapat mengakses konten tersebut, karena semakin banyak referensi visual yang tersedia, semakin sempurna hasil manipulasi AI. Korban telah melaporkan penyebaran konten deepfake ke kepolisian, langkah yang disebut Alfons sebagai tindakan tepat untuk mengejar pelaku. Ia menegaskan bahwa hanya polisi yang berwenang meminta data dari penyedia platform untuk melacak asal konten dan menindak pelakunya, yang dapat menciptakan efek jera dan menegakkan hukum.

Berita terkait