Apakah Keputusan LG Setop Produksi HP Jadi Langkah Tepat?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1798607/original/062835600_1513067899-DSC05277.JPG)
LG menghentikan produksi smartphone pada 31 Juli 2021 setelah mengakumulasi kerugian operasional sebesar USD 4,5 miliar selama hampat enam tahun. Pada 2020, LG menempati peringkat kesembilan pasar global dengan pangsa hanya 2%, jauh di bawah Apple (81,9 juta unit), Samsung (62,5 juta unit), dan Xiaomi (43 juta unit). Volumen penjualan LG hanya 7,6 juta unit pada kuartal IV 2020. Sebelumnya, LG pernah sukses meluncurkan LG Prada (ponsel sentuh pertama di dunia pada 2006) dan LG G3 (terjual lebih dari 10 juta unit). Namun, persaingan ketat di segmen premium dan tekanan harga dari produsen Tiongkok seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo membuat posisi LG terus melemah. Divisi seluler hanya menyumbang 7% dari total pendapatan grup LG. Sebelum mundur, LG sempat bernegosiasi penjualan sebagian bisnisnya ke Vingroup (Vietnam), namun kesepakatan tidak berhasil.
Bagikan
Berita terkait
iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max: Adu Kamera, Baterai, hingga Harga
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.43
Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 17.12
OPPO A7 Pro Max 5G bawa baterai 10.000 mAh, ini spesifikasinya
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 14.02
6 rekomendasi ponsel RAM 8GB Rp1 jutaan, ada AMOLED dan 256GB
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 13.48