Api Tak Terlihat Bisa Membakar Gambut Selama Berbulan-bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tampak padam di permukaan belum tentu berarti kebakaran benar-benam selesai, terutama di lahan gambut. Fenomena yang disebut peat smouldering ini adalah proses pembakaran lambat tanpa nyala api yang berlangsung di bawah permukaan tanah gambut. Karena gambut menyimpan lapisan material organik dari vegetasi yang terakumulasi selama lama, api dapat merambat perlahan di bawah tanah dan sulit terdeteksi sekaligus dipadamkan. Kebakaran jenis ini dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, dan berpotensi muncul kembali ke permukaan ketika kondisi mendukung.
Penelitian oleh tim BRIN yang dipublikasikan di Majalah Ilmiah Pengkajian Industri pada September 2023 mengusulkan pendeteksian dini karhutla gambut menggunakan machine learning. Para peneliti menemukan bahwa metode berbasis simulasi fisik seperti data hotspot, Fire Weather Index (FWI), dan Fire Danger Rating System (FDRS) memiliki keterbatasan. Sebagai alternatif, mereka mengusulkan pendekatan impact-based learning untuk memberikan informasi lebih dini mengenai potensi dan dampak kebakaran.
Penanganan karhutla di lahan gambut tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Pemantauan pasca-pemadaman penting untuk memastikan sumber panas benar-benar hilang, terutama di area gambut. Penelitian ini bersifat konseptual dan belum membuktikan bahwa AI saat ini mampu mendeteksi seluruh kebakaran gambut bawah permukaan secara otomatis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 07.20
Dari 157 Turun ke 11, Kini 44 Hotspot Karhutla Kalsel Muncul Lagi!
Berita terkait
Tim Gabungan Padamkan 10 Hektare Karhutla Gambut di Kutai Barat
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.36
Prabowo Panggil Kepala BNPB hingga Menhut, Bahas Karhutla Kemarau
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 15.35
Prabowo Minta Pelaku Karhutla Ditindak Tegas, 17 Orang jadi Tersangka di Sumsel
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.16
Bakar Lahan Tebu Jelang Panen Jadi Biang Kerok Karhutla di Sumsel
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.09