Apple vs OpenAI Memanas, Masa Depan iPhone Jadi Taruhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Apple menggugat OpenAI di pengadilan federal California atas dugaan pencurian rahasia dagang. Apple menuduh OpenAI merekrut mantan karyawan, seperti Chief Hardware Officer Tang Tan dan mantan insinyur Chang Liu, yang diduga membawa informasi proyek rahasia Apple, termasuk menggunakan nama proyek internal saat rekrutmen dan mengakses sistem setelah keluar. OpenAI membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.
Para pengamat menilai sengketa ini bukan sekadar soal rahasia dagang, melainkan pertarungan masa depan perangkat konsumen. OpenAI telah mengakuisisi perusahaan hardware io Products milik mantan desainer Apple, Jony Ive, senilai USD 6,5 miliar pada 2025, dengan ambisi menciptakan perangkat AI baru yang tidak bergantung pada smartphone. Gugatan Apple berpotensi memperlambat pengembangan produk OpenAI.
Bagi Apple, gugatan ini melindungi teknologi dan rantai pasok iPhone. Sementara bagi OpenAI, perkara ini datang saat perusahaan tengah bersiap ekspansi hardware dan menghadapi tantangan hukum lain. Pertarungan ini mencerminkan persaingan menentukan pemimpin era post-smartphone, di mana perangkat AI diprediksi menjadi pusat interaksi manusia dengan teknologi.
Bagikan
Berita terkait
OpenAI Balik Serang Apple soal Tuduhan Curi Rahasia Dagang
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 16.29
Apple Beberkan Bukti Pencurian Data Rahasia oleh Mantan Karyawan untuk OpenAI
kumparan · 1 September 2026 pukul 18.00
OpenAI Kembali Desak Pengadilan Gugurkan Gugatan Rahasia Dagang Apple
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 16.10
OpenAI Kembangkan Perangkat AI di Tengah Gugatan Hukum Apple
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 19.18