Arab Saudi Mau Borong F-35, China Dicemaskan Curi Teknologinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui potensi penjualan 48 jet tempur F-35 Lightning II senilai USD 24,3 miliar kepada Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari paket pertahanan besar senilai USD 142 miliar yang disepakati selama kunjungan Presiden Trump ke Riyadh pada Mei 2025. AS menganggap peningkatan kemampuan militer Arab Saudi penting untuk keamanan kawasan, terutama dalam menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman.
Namun, rencana ini memicu kekhawatiran di Kongres AS, terutama dari politisi Partai Demokrat. Mereka khawatir teknologi siluman tercanggih F-35 dapat dicuri atau diakses oleh China melalui kemitraan militer dan aktivitas mata-mata di Arab Saudi. Meskipun ada peringatan intelijen mengenai risiko pencurian kekayaan intelektual, pemerintah AS menyatakan bahwa penjualan ini tidak akan mengubah keseimbangan militer di Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 17.28
China Menentang Sanksi Ilegal AS pada Maskapai Penerbangan Iran
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.40
2 Jenderal Militer Dipecat, Disebut Tak Setia dan Korupsi
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 08.05
Berhasil Pegang 'Keamanan' Wilayah Ini, AS Mau Buka 2 Pangkalan Baru
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 15.14
Ancam Hancurkan Ekonomi Saudi, Houthi: Riyadh dan Tentara Bayarannya Harus Petik Pelajaran
Berita terkait
AS Jual Jet Tempur F-35 Rp 431 T ke Arab Saudi
Detik.com · 19 September 2026 pukul 12.30
Israel Gelisah AS Jual 48 Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi, Minta Kompensasi Senjata Canggih
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 13.06
Adu Kuat dengan China, AS Pamer Rudal Rahasia Buat Jet Tempur F-35
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.50
AS Setujui Penjualan Puluhan Jet Tempur Siluman Rp 431 T ke Arab Saudi
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.54