Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Bagaimana Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Mesin Pesawat Rusak?

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan sejumlah bandara dan pembatalan ratusan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik. Menurut Ikatan Pilot Indonesia (IPI), abu vulkanik berisiko menyebabkan mesin pesawat mati total karena sifatnya yang abrasif, mudah mengkristal, dan berukuran sangat halus hingga mencapai 1 mikron. Direktur Analisis Kecelakaan dan Pencegahan IPI Teguh Kristiono menjelaskan bahwa partikel abu mengandung silika yang meleleh di suhu tinggi turbin, kemudian mendingin dan menempel pada turbin, mengganggu aliran gas sehingga menyebabkan kehilangan dorongan atau flame-out. Selain itu, abu dapat menyumbat filter, sensor, dan merusak elektronik pesawat secara tersembunyi.

Keputusan penerbangan dalam kondisi risiko abu vulkanik didasarkan pada manajemen risiko yang melibatkan regulator dan operator, bukan sekadar satu indikator. Faktor penentu meliputi keterbatasan radar dalam mendeteksi awan abu, penetapan area bahaya, konsentrasi kontaminasi, dan evaluasi probabilitas paparan. Hingga kini, ICAO belum menetapkan definisi kuantitatif untuk abu yang dapat dikenali sebagai panduan penghindapan.

Pesawat yang terpapar abu wajib melalui prosedur pemeriksaan ketat sesuai panduan ICAO, termasuk pelaporan wajib, inspeksi menyeluruh, dan dokumentasi temuan. Pesawat baru diizinkan terbang setelah seluruh temuan ditindaklanjuti dalam Safety Management System, karena kerusakan akibat abu dapat bersifat tersembunyi dan berdampak pada penerbangan berikutnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait