Begini Cara Bedakan Baterai Fast Charging
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261138/original/074186100_1781684312-amanz-agGeiMmS_VQ-unsplash.jpg)
Fast charging pada ponsel tidak otomatis hadir dengan USB-C. Kecepatan pengisian tergantung teknologi internal dan kompatibilitas aksesori. USB PD 3.1/3.2 menjadi standar universal, mendukung hingga 240W untuk laptop, sementara ponsel menggunakan PPS untuk efisiensi suhu seperti Samsung Galaxy S26 Ultra (60W) dan Google Pixel 11 Pro (45W). Produsen seperti OnePlus, Oppo, dan Xiaomi mengembangkan teknologi proprietary SuperVOOC dan HyperCharge 80-100W dengan charger kabel khusus. Pengisian cepat tidak merusak baterai secara signifikan karena sistem modern memantau suhu dan menyesuaikan daya. Namun, pengisian lambat lebih aman jangka panjang. Fitur seperti Optimized Battery Charging membantu memperlambat degradasi baterai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.10
USB-C tidak Selalu Fast Charging, ini Perbedaan PD, PPS, dan SuperVOOC
Berita terkait
Galaxy Z Fold8 Punya Baterai 4.800 mAh, Benarkah Lebih Awet dari Z Fold7?
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.22
Fast Charging Bikin Baterai HP Cepat Rusak? Begini Cara Teknologi Ini Bekerja
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.59
Aplikasi Google Sedot Baterai HP, Ini Daftar dan Cara Menanggulanginya
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.00
Apakah Daya Tahan baterai Samsung Galaxy Z Flip8 Lebih Baik dibanding Z Flip7 dan 6?
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.36