Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Benarkah 5G Bikin Baterai Boros? Ini Fakta yang Wajib Diketahui

Teknologi 5G tidak secara signifikan meningkatkan konsumsi daya ponsel dibandingkan 4G. Studi menunjukkan jaringan 5G hanya mengonsumsi daya 6% hingga 11% lebih banyak, terutama pada jaringan high-band atau mmWave yang jarang digunakan. Chipset dan modem ponsel modern juga jauh lebih efisien dibandingkan perangkat generasi awal. Klaim bahwa 5G selalu menguras baterai tidak didukung bukti kuat, terutama ketika ponsel berada dalam mode siaga. Faktor seperti aplikasi latar belakang, notifikasi push, dan proses sinkronisasi data justru lebih berpengaruh besar pada konsumsi baterai.

Kecepatan jaringan 5G yang lebih tinggi justru dapat mengurangi konsumsi energi dengan memungkinkan perangkat menyelesaikan tugas lebih cepat dan kembali ke mode idle. Penelitian Telefonica menunjukkan 5G dapat 90% lebih hemat energi dibandingkan 4G dalam lalu lintas data. Namun, penggunaan konten berkualitas tinggi karena koneksi yang lebih cepat dapat menambah konsumsi baterai. Penuaan baterai lithium-ion lebih dipengaruhi oleh siklus pengisian, suhu, dan usia baterai, bukan penggunaan jaringan 5G.

Produsen ponsel kini membekali perangkat 5G dengan baterai kapasitas besar (5.500-6.000 mAh) dan sistem manajemen daya yang lebih baik. Fitur Smart 5G memungkinkan ponsel beralih otomatis antara 4G dan 5G sesuai sinyal. Mematikan 5G hanya perlu dilakukan ketika sinyal lemah, karena pencarian jaringan berkelanjutan justru meningkatkan konsumsi daya. Untuk penggunaan sehari-hari, menjaga 5G aktif dapat menjadi pilihan praktis saat sinyal baik.

Berita terkait