Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

BMKG: Tak Ada Cuaca Ekstrem Saat Kapal Virgo 8 Tenggelam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi cuaca di perairan Laut Jawa saat Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 hilang kontak dan tenggelam pada Minggu (13/9) tidak dalam kondisi ekstrem. Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menyatakan tidak ada fenomena cuaca yang membahayakan saat kejadian. Berdasarkan pemantauan satelit, kondisi cuaca di lokasi kejadian cerah hingga berawan dengan kecepatan angin 15 hingga 20 knot dan tinggi gelombang 1,5 hingga 2,0 meter. Kondisi arus laut juga tergolong lemah hingga sedang dengan kecepatan 0,2 hingga 0,9 knot.

Meski demikian, BMKG mencatat adanya peningkatan kecepatan angin yang dipengaruhi oleh dinamika tekanan udara dari wilayah Australia yang bergerak ke arah ekuator. Akibatnya, angin timuran dari Australia menguamkan aliran angin menuju wilayah Jawa khususnya Jawa Timur. BMKG memperkirakan peningkatan kecepatan angin ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan dan menghimbau agar aktivitas pelayaran tetap memperhatikan kondisi tersebut.

Analisis BMKG ini membantah klaim PT Virgo Karya Shipping yang menyatakan faktor cuaca ekstrem sebagai penyebab utama kapal tenggelam. General Manager PT Virgo Karya Shipping, Yoel Rihi, menduga kapal tenggelam akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 jiwa dan 89 kendaraan dilaporkan hilang kontak pada pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin. Hingga kini, 108 korban berhasil evakuasi dalam kondisi selamat, 6 korban dinyatakan meninggal, dan 129 orang masih dalam proses pencarian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait