Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bocoran Ordal Ungkap Kondisi Kerja Bak Neraka di Raksasa Teknologi

Pada 2018, sekitar 20.000 karyawan Google di seluruh dunia menggelar aksi walkout massal untuk memprotes penanganan pelecehan seksual serta kebijakan internal yang tidak adil. Aksi dipimpin Claire Stapleton, mantan spesialis komunikasi 'Bard of Google', yang kemudian hengkang enam bulan kemudian mengklaim mendapat tindakan balasan. Stapleton dalam memoarnya 'Don't Be Evil' menceritakan perjalanan dari loyalis teknologi hingga pengkritik tajam. Ia menggambarkan perubahan budaya Google pasca-2011, ketika Larry Page menggantikan Eric Schmidt sebagai CEO, dari lingkungan ramah menjadi 'Borg' yang birokratis dan tambun. Motto 'Don't be evil' memudar, empati dianggap sebagai kelemahan, dan HR gagal melindungi pekerja. Google kehilangan fokus inovasi, bersikap kompetitif dengan proyek gagal seperti Google+ dan Google Glass. Tragedi kematian kakak Stapleton pada 2008 memaksa ia menghadapi duka melalui proses menulis buku.

Berita terkait