Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BRIN Siapkan N219 Jadi Ambulans Terbang untuk Daerah Terpencil

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tengah mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya, N219A. Langkah ini dilakukan guna mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto terkait penyediaan armada ambulans terbang. Layanan tersebut ditujukan untuk mempercepat evakuasi medis dan pengiriman logistik kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan maupun pelosok yang sulit dijangkau transportasi darat.

Pesawat N219 memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL) untuk beroperasi di landasan pendek, sedangkan N219A dirancang mampu mendarat di perairan. Selain armada berawak, BRIN mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) MALE dengan daya tahan terbang hingga 24 jam nonstop dan jarak kendali 2.000 kilometer untuk mendukung misi pemantauan serta distribusi logistik darurat.

Agar program ambulans terbang berfungsi optimal, kesiapan teknologi pesawat harus didukung ekosistem menyeluruh. Hal tersebut mencakup penyediaan fasilitas pendaratan, kesiapan tenaga medis, sistem rujukan rumah sakit, regulasi penerbangan, serta skema pembiayaan operasional yang terintegrasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait