Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Butiran Abu Ungkap Aroma Rumah Orang Kaya Pompeii 2.000 Tahun Lalu

Peneliti berhasil merekonstruksi aroma yang kemungkinan memenuhi rumah orang kaya di Pompeii sebelum letusan Gunung Vesuvius pada 79 Masehi. Studi yang diterbitkan di jurnal Antiquity menggunakan pendekatan arkeologi sensorik terhadap dua tempat pembakaran dupa berbahan terakota dari Pompeii dan Boscoreale. Analisis menunjukkan adanya pembakaran tanaman berkayu, termasuk ek, laurel, tanaman keluarga persik dan ceri, serta berbagai rumput. Campuran tersebut kemungkinan menghasilkan aroma kayu, tanah, dan sedikit citrus.

Para peneliti menganalisis mineral mikroskopis, phytolith, resin, minyak, serta senyawa organik menggunakan tiga metode, termasuk kromatografi gas dan spektrometri massa. Mereka tidak menemukan bukti penggunaan kotoran hewan sebagai bahan bakar. Salah satu wadah mengandung jejak elemi, resin aromatik impor dari jaringan perdagangan yang menghubungkan Arabia, Afrika tropis, Asia, Mesir, dan Italia. Temuan ini menjadi bukti arkeologis langsung pertama bahwa resin impor dibakar dalam ritual keagamaan rumah tangga di Pompeii. Jejak produk anggur juga ditemukan, tetapi masih perlu ditafsirkan hati-hati karena kemungkinan kontaminasi modern. Hasil penelitian memperlihatkan pentingnya tumbuhan lokal, bahan impor, dupa, dan anggur dalam ritual untuk dewa pelindung rumah, Lares dan Penates.

Berita terkait