Catat, Ini 3 Kekurangan Browser Safari yang Perlu Diperhatikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4895129/original/081701700_1721297008-Safari_01.jpg)
Safari kini hanya tersedia di perangkat Apple setelah ditiadakan dari Windows, yang berarti pengguna perangkat non-Apple tidak dapat menggunakan atau menyinkronkan data browser ini. Selain itu, pilihan ekstensi Safari terbatas dan tersebar di App Store umum, sehingga pencarian ekstensi yang diinginkan memerlukan kata kunci yang lebih spesifik. Apple menyaring ekstensi yang mencurigikan, namun pengguna disarankan memverifikasi ketersediaan ekstensi di Safari sebelum penggunaan. Pembaruan Safari dirilis bersamaan dengan pembaruan sistem operasi Apple, sehingga fitur baru biasanya tersedia lebih lambat dibandingkan browser lain seperti Chrome. Safari juga menawarkan opsi kustomisasi tampilan yang terbatas, hanya mendukung tema sistem (terang atau gelap) tanpa dukungan untuk tema khusus, tab vertikal, atau tampilan terbagi. Web Inspector bawaan Safari juga dinilai lebih terbatas dibandingkan alat pengembang Chrome, serta Safari membatasi standar web tertentu demi keamanan dan privasi, khususnya terkait akses perangkat keras lokal. Akibatnya, beberapa situs web perusahaan internal atau aplikasi web lama mungkin tidak berfungsi optimal di Safari, sehingga sering ada saran untuk menggunakan Chrome.
Bagikan
Berita terkait
Benarkah Safari di iPhone Lebih Aman dari Chrome?
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.00
Jangan Cuma Dipakai Browsing, Ini 5 Fitur Peramban Opera yang Sering Terlewat
JawaPos · 17 September 2026 pukul 14.45
Siri AI Bisa Pakai Data Kamu, Begini Cara Menghentikannya
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 06.30
Apple Resmi Mulai Pasang Iklan di Apple Maps untuk Pengguna iPhone
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 11.10