CEO Baru Apple John Ternus Ditekan Washington Soal Cip Memori Tiongkok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

John Ternus, yang baru menjadi CEO Apple sejak 1 September 2026, langsung menghadapi tekanan dari pemerintah AS terkait penggunaan cip memori DRAM dari produsen Tiongkok, CXMT. Pemerintah AS mendesak Apple untuk tidak bermitra dengan CXMT, yang dipertimbangkan untuk membantu mengatasi kenaikan harga memori akibat lonjakan permintaan dari pusat data AI global. Situasi ini menempatkan Apple di antara kepentingan rantai pasok dan agenda keamanan nasional AS. Menurut pendiri Strategy Risks Isaac Stone Fish, perubahan kepemimpinan ini berpotensi membuat Apple lebih dekat dengan produsen Amerika. Dalam laporan keuangan kuartal III, pendapatan Apple mencapai USD 109,42 miliar (Rp1.963 triliun), naik 16,36% secara tahunan, namun tekanan biaya memori mulai menggerogoti margin. CFO Kevan Parekh menyatakan lebih dari 100% perubahan margin kotor terkait dengan kenaikan biaya memori. Sebelumnya, mantan CEO Tim Cook memperingatkan bahwa tekanan biaya memori akan berlanjut hingga September 2026 dan meyakinkan bahwa pasar DRAM didomin oleh tiga pemasok utama, sehingga Apple sedang mengevaluasi semua opsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 16.30
John Ternus Ingin Apple Lebih Sering Luncurkan Produk Baru
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 10.07
Baru Menjabat, Bos Baru Apple Langsung PHK Karyawan: Ada Apa di Balik Dapur Raksasa iPhone?
Berita terkait
CEO Baru Apple John Ternus Ditekan Washington Soal Cip Memori Tiongkok
JawaPos · 30 September 2026 pukul 19.45
John Ternus Jadi CEO, Apple Langsung PHK Karyawan
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.17
Baru Sebulan, CEO Baru Apple Langsung PHK Pegawai
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.50
John Ternus Buka Era Baru Apple, iPhone Lipat Jadi Ujian Pertama CEO Pengganti Tim Cook
JawaPos · 10 September 2026 pukul 22.15