Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

China Makin Seksi, Amerika Terpaksa Banting Harga

Persaingan kecerdasan buatan (AI) antara Amerika Serikat dan China semakin memanas, dengan OpenAI memangkas harga model andalannya hingga 80% untuk mempertahankan daya saing. Langkah ini dilakukan di tengah semakin banyaknya perusahaan AS yang beralih menggunakan model AI buatan China yang lebih murah, seperti Zai dan DeepSeek. Pemangkasan harga berlaku untuk model entry-level dan menengah, termasuk Luna dan Terra.

Menurut Reuters, biaya input model Luna turun dari US$1 menjadi US$0,20 per satu juta token, sedangkan outputnya dari US$6 menjadi US$1,20. Model Terra mengalami penurunan 20%, dengan biaya input dari US$2,50 menjadi US$2, dan output dari US$15 menjadi US$12. OpenAI memastikan kebijakan ini tidak akan menggerus profit karena efisiensi teknologi terbaru, seperti optimasi kode GPT-5.6, yang menurunkan biaya operasional secara signifikan.

Di sisi lain, meningkatnya penggunaan model AI China oleh perusahaan AS menuai kekhawatiran di Washington. Dua komite di DPR AS sedang menyelidiki fenomena ini, dengan juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan model AI China dirancang untuk memajukan narasi Beijing dan mencerminkan nilai-nilai Partai Komunis China. Para ahli, seperti dari lembaga think tank Brookings Institution, menambahkan bahwa perusahaan AS kini lebih sadar biaya dalam adopsi AI, yang mendorong transisi ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait