'Dewi Laut' China Beri Peringatan Banjir dan Badai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China meluncurkan sistem artificial intelligence (AI) bernama Mazu untuk peringatan dini bencana alam. Sistem ini dikembangkan oleh Administrasi Meteorologi China (CMA) dan dipamerkan dalam Konferensi AI Dunia (WAIC 2026) di Shanghai. Mazu diambil dari nama dewi laut dalam tradisi China yang dipercaya melindungi para pelaut.
Mazu bekerja dengan mengintegrasikan data pengamatan multi-sumber, termasuk satelit meteorologi Fengyun dan serangkaian model prediksi AI seperti Fenglei, Fengqing, dan Fengshun. Sistem ini mampu melacak indikator meteorologi seperti suhu, tekanan udara, dan jarak pandang. Mazu juga telah diadaptasi untuk berbagai sektor seperti transportasi, energi, pertanian, dan ekonomi dataran rendah.
Sistem ini dirancang menyesuaikan model berdasarkan geografi, infrastruktur, dan profil bencana masing-masing negara. Lebih dari 40 negara dan wilayah telah mengakses Mazu melalui layanan berbasis cloud. Salah satunya adalah Djibouti yang menerima hibah model Mazu-Urban pada Juli 2025 untuk pemantauan gelombang panas dan peringatan angin kencang di pelabuhan.
Bagikan
Berita terkait
Ada Bahaya Tersembunyi di Rancaekek Bandung, Ini Penjelasannya
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.15
Bangkok Tetapkan Status Bencana Banjir Usai 2 Hari Diguyur Hujan Deras
kumparan · 26 September 2026 pukul 16.33
Warning Gempa Besar! RI Dikepung 14 Zona Megathrust, Ini Titiknya
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 14.08
Waka Komisi V DPR Minta Pemerintah Percepat Mitigasi Air Bersih di Makassar
Detik.com · 26 September 2026 pukul 11.56